Kisah ini dimulai dengan rencana SULTAN AGUNG menyerang BANTEN dan BLAMBANGAN, tetapi tentara Sultan Agung Mengalami kekalahan. Kemudian Sultan Agung meminta bantuan Belanda untuk membantunya, namun permintaan itu ditolak Belanda. Justru Belanda meminta Sultan Agung untuk menyerah. Permintaan Belanda itu menyebabkan Sultan Agung marah. Sejak itu Sultan Agung mempersiapkan pasukannya untuk menyerang Batavia. Dengan dipimpin DIPATI UKUR dan TUMENGGUNG BAUREKSO pasukan Mataram menyerang Batavia. Penyerangan pertama ini gagal.
Arif Muhammad tetap menghargai adat, atau kebiasaan penduduk setempat.
Misalnya, larangan untuk tidak boleh bekerja atau berziarah pada hari
rabu. hal itu berlaku hingga hari ini. Pada saat itu di Cangkuangn
banyak terdapat candi sudah rusak dan tidak terpelihara. Dengan
persewtujuan penduduk,akhirnya disisakan satu candi sebagai peringatan
bahwa dahulu di tempat tersebut pernah ada pemeluk Hindu. Ada versi lain
yang menyebutkan bahwa dengan kesaktian Arif Muhammad dibenamkan
kedalam bumi.hanya dengan tangan kanannya saja.Dan disisakan satu candi
yang ada patung Syiwa dibiarkan hingga sekarang. Arif Muhammad yang
kemudian dikenal dengan sebutan Sembah Dalem Arif Muhammad, mempunyai
tujuh orang anak Enam wanita dan satu laki-laki. Ketujuh anaknya
tersebut dilambangkan dengan tiga buah rumah adat disebelah kiri dan
tiga buah lagi di sebelah kanan. sedangkan sebagai lambang putranya
didirikan masjid adat yang sampai sekarang masih dapat dilihat.
Putra Mahkota Nagari Sunda bernama Niskala Wastu Kancana, sebelum dinobatkan menjadi raja disuruh mengembara ke daerah Bianaya Jampang. dalam pengembaraannya, Ia sampai di daerah Cangkuang, ia melihat penduduk sedang membangun candi Syiwa.Ia kurang setuju dengan pembangunan candi tersebut. "Apa alasannya,Raden?Pembangunan candi ini telah memakan waktu cukup lama dan sudah setengah jadi," kepala kampung bertanya sambil menatap wajah Niskala Wastu Kancana.. cukup lama Putra mahkota Nagari sunda ini termenung seperti sedang memikirkan sesuatu. "Menurut penglihatan batinku, disini nanti akan muncul agama baru. Agama tersebut akan menguasai wilayah ini dan sekitarnya. jadi membangun candi di tempat ini kurang tepat. Seharusnya agak jauh," papr Niskal Wastu Kancana sambil memejamkan mata.

Batavia. Kali ini Prajurut Mataram dipimpin oleh Pangadegan, Wirajaya,
Wirabaya, dan Arif Muhammad.Penyerangan kedua inipun gagal. Tetapi, Arif
Muhammad dan belasan prajurit lainnya berhasil meloloskan diri hingga
tiba di Kampung Cangkuang. Pada saat itu penduduk Kampung Cangkuang
masih sedikit dan belum mengenal agama Islam. Penduduk Cangkuang masih
memeluk kepercayaan Animisme, Dinamisme, dan agama Hindu. Sesudah cukup
lama menetap di Cangkuang, Arif Muhammad dan para sahabatnya berniat
menyebarkan agama Islam kepada penduduk setempat. Karena prajurit
Mataram ini ramah dan pandai bergaul, dengan sendirinya kehadiran mereka
diterima dengan baik oleh penduduk Cangkuang maupun penduduk dari luar
Cangkuang. Untuk memperkokoh penyebaran Islam Di Cangkuang, kemudian
Arif Muhammad membangun sebuah masjid sederhana yang sampai sekarang
masih ada. Untuk keperluan berwudhu, Arif Muhammad membendung parit yang
airnya berasal dari Sungai Cicapar dan akhirnya terbentuklah sebuah
danau. Arif muhammad dan sahabatnya tinggal ditengah danau yang disebut
Kampung Pulo. Ketika Islam menjadi pegangan hidup penduduk Cangkuang,
khususnya di Kampung Pulo,


Tidak ada komentar:
Posting Komentar